Dukungan dalam Pengkaderan Dai
Buya Ristawardi juga mengenang dukungan besar PT Semen Padang dalam pengembangan dakwah Islam di Sumatera Barat. Sekitar 1992, Buya Sayuti Khatab mendatangkan sejumlah guru yang ahli di bidangnya untuk melatih para calon mubaligh.
Program tersebut dikenal dengan nama Pengkaderan Mubaligh, yang memberikan pelatihan mengenai retorika dakwah, psikologi dakwah, serta berbagai materi keagamaan lainnya. Peserta yang mengikuti program tersebut antara lain Zhafrul Jamal, Yohannis, Sensurianus, Warmen Jamil, dan Marwan Bermawi.
“Namanya Pengkaderan Mubaligh. Mereka dilatih retorika dakwah, psikologi dakwah, dan berbagai materi lainnya. Waktu itu kami meminjam Masjid Raya Al Ittihad Indarung sebagai lokasi pelatihan, dengan seluruh biaya disokong oleh PT Semen Padang. Alhamdulillah, PT Semen Padang sangat antusias mendukung pengkaderan mubaligh ini,” ujarnya.
Perjalanan hidup Buya Ristawardi menjadi bukti bahwa dakwah dapat tumbuh dari berbagai latar belakang kehidupan. Dari peluh di pelabuhan hingga mimbar dakwah, kisah hidupnya kini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama di bulan Ramadan, ketika nilai-nilai keteladanan semakin terasa maknanya bagi masyarakat. (*)