Dakwah Bernuansa Budaya Minang, Ini Kisah Hidup Buya Ristawardi dari Buruh hingga Dai Sumbar

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 12 Maret 2026 | 10:09 WIB
Buya Ristawardi (Foto: Kominfo Agam)
Buya Ristawardi (Foto: Kominfo Agam)



Meski berat, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter hidupnya. Dari pekerjaan fisik itu ia belajar tentang kesabaran, kedisiplinan, serta keteguhan hati—nilai-nilai yang kemudian sering ia sampaikan dalam ceramah dakwah kepada masyarakat.





Dari Pabrik ke Lingkungan Kantor





Beberapa tahun kemudian, perjalanan hidupnya mengalami perubahan ketika ia diangkat menjadi karyawan tetap di PT Semen Padang. Karena tidak memiliki latar belakang pendidikan formal yang tinggi, ia ditempatkan sebagai cleaning service (CS).





Meski posisi tersebut dianggap sederhana, ia menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Di tengah kesibukan bekerja, ia tetap aktif mengikuti kegiatan keagamaan, termasuk mengisi pengajian dan pembinaan rohani.





Kemampuan berbicara di depan publik serta kedalaman pesan dakwah yang ia sampaikan perlahan mulai dikenal, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat sekitar.





Momen yang Mengubah Hidup





Salah satu peristiwa penting kemudian menjadi titik balik dalam perjalanan hidup Buya Ristawardi. Saat itu, ulama senior yang menjadi penasihat rohani PT Semen Padang, Buya Haji Sayuti Khatab, sedang mendampingi tim Semen Padang FC ke Thailand. Pada waktu yang bersamaan, seorang pimpinan perusahaan meninggal dunia.





Ristawardi kemudian diminta untuk menggantikan menyampaikan pidato pelepasan jenazah. Ia menyampaikan tausiah dengan sederhana, tanpa gelar dan tanpa atribut kebesaran. Namun pesan yang ia sampaikan justru menyentuh hati para hadirin yang hadir dalam acara tersebut.





“Usai acara, para pimpinan PT Semen Padang bertanya dengan penuh rasa ingin tahu siapa ustaz tadi. Mereka terkejut ketika mengetahui bahwa sosok yang baru saja menyampaikan tausiah menyentuh itu adalah seorang cleaning service di pabrik PT Semen Padang. Pimpinan kemudian mengatakan saya tidak cocok di pabrik dan harus dipindahkan ke kantor,” ujar Buya Ristawardi.





Sejak saat itu, arah hidupnya mulai berubah. Ia kemudian dipindahkan untuk membantu bagian Personalia dan kegiatan pembinaan rohani di lingkungan perusahaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X