Reza menegaskan bahwa aspek keselamatan perjalanan kereta api tidak semata menjadi tanggung jawab perusahaan, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel. Apabila melihat kegiatan mencurigakan atau berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada petugas KAI atau pihak berwenang,” katanya.
Momentum Angkutan Lebaran juga menjadi perhatian serius. KAI kembali mengingatkan pengguna jalan untuk selalu waspada ketika melintasi perlintasan sebidang, mendahulukan perjalanan kereta api, serta tidak menerobos palang perlintasan dalam kondisi apa pun.
Dengan kombinasi pengawasan ketat, patroli intensif, edukasi berkelanjutan, serta koordinasi bersama aparat, KAI Divre II Sumbar berharap tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan nyaman selama Ramadan 1447 Hijriah hingga masa arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Keselamatan adalah prioritas utama dan membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” tutur Reza. (red)