Latar belakang jurnalistik memberikan nilai tambah dalam menjalankan peran tersebut. Fauzi terbiasa membaca kebijakan, mengurai data, serta menerjemahkan isu teknis ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami publik.
Di sisi lain, keterlibatannya di METI membuka ruang bagi jurnalisme yang lebih kontekstual, bukan hanya mencatat peristiwa, tetapi juga memahami proses dan substansi, serta memastikan seluruh langkah tetap berada pada jalur yang benar tanpa merugikan pihak mana pun.
Pelantikan pengurus METI Sumbar menjadi penanda bahwa gerakan transisi energi di Ranah Minang tidak hanya digerakkan oleh kalangan teknokrat. Mereka yang terbiasa bekerja dengan kata, data, dan nurani juga mengambil peran di dalamnya.
Bagi Muhammad Fauzi, peran ganda sebagai jurnalis, aktivis, sekaligus penggerak organisasi merupakan tantangan yang harus dijaga keseimbangannya. Namun, ia meyakini bahwa semua peran tersebut bermuara pada tujuan yang sama.
“Energi bersih itu soal masa depan. Soal ruang hidup dan lingkungan, harus kita kawal, agar tidak justru melahirkan penindasan dan perampasan,” tuturnya. (red)