Perspektif inilah yang kemudian membawanya semakin dekat dengan kerja-kerja advokasi di luar ruang redaksi.
Muhammad Fauzi lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1997, tanggal yang bertepatan dengan hari lahir Bung Hatta, proklamator sekaligus putra terbaik Ranah Minang.
Kebetulan historis itu kerap disebut rekan-rekannya sebagai simbol kuatnya semangat kritis dan keberpihakan pada kepentingan rakyat yang tumbuh dalam diri Fauzi.
Ia dikenal sebagai jurnalis yang memiliki latar belakang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Organisasi tersebut membentuk karakter, daya kritis, serta keberanian bersuara sejak usia muda.
Di luar itu, Fauzi juga aktif dalam struktur kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bukittinggi serta tercatat sebagai Pengurus Pemuda Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Kabupaten Dharmasraya.
Kesibukannya di lapangan tidak membuat Fauzi meninggalkan dunia akademik. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Andalas.
Bagi Fauzi, kampus menjadi ruang untuk memperdalam perspektif teoretis sekaligus merefleksikan praktik jurnalistik yang selama ini dijalani.
Sejak awal berkarier sebagai wartawan, Fauzi dikenal konsisten mengangkat isu-isu yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik.