Kondisi tersebut berkaitan dengan cuaca buruk yang terjadi belakangan ini di Sumatera Barat, termasuk hujan intens yang menyebabkan genangan, banjir lokal, dan jalan licin di beberapa titik.
“Peluang bencana hidrometeorologi meningkat seiring peningkatan pertumbuhan awan hujan. Potensi kejadian seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, serta petir perlu diwaspadai," katanya.
BMKG, katanya, menetapkan sejumlah wilayah sebagai area dengan risiko tinggi, yaitu Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Limapuluh Kota.
"Karakteristik geografis seperti lereng terjal, aliran sungai berhulu di pegunungan, dan daerah pesisir meningkatkan kerentanan saat intensitas hujan meningkat," kata Desindra.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama warga yang tinggal di dekat sungai, perbukitan, dan pesisir.
"Pembaruan informasi cuaca sebelum bepergian dinilai penting untuk mengurangi risiko, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, warga diminta menghindari lokasi rawan saat hujan berlangsung lama dan deras," imbuhnya.
Informasi cuaca dan peringatan dini Sumatera Barat dapat diakses melalui akun resmi Instagram @bmkgminangkabau, aplikasi InfoBMKG di Android dan iOS, atau layanan WhatsApp di nomor 0812-6812-5907. (adl)