"Pemerintah daerah beserta Satuan Tugas Reaksi Cepat (TRC-PB) telah meninjau lokasi dan melakukan pendataan," katanya.
Di Kota Solok, banjir terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa ini berdampak pada runtuhnya bagian bangunan di dua lokasi, termasuk area sekitar AMIK Kosgoro.
BPBD mencatat sekitar enam kepala keluarga dengan total 18 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut. Petugas terus melakukan pemantauan sejak hujan mulai mengguyur.
Kabupaten Agam tercatat sebagai daerah dengan dampak paling luas. Tidak hanya banjir genangan, tetapi banjir bandang juga terjadi di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya pada pukul 07.48 WIB.
Banjir bandang tersebut menyebabkan tiga kolam renang tertimbun material, satu unit kafe rusak, tiga saung kolam renang hancur, hingga aliran sungai berubah arah.
"Selain itu, banjir genangan menyebabkan kerusakan pada pemukiman, lahan pertanian, dan fasilitas publik. Salah satu jalan di Nagari Pasia Laweh dilaporkan ambles sepanjang 25 meter dengan kedalaman mencapai 2,5 meter," katanya.
Di Kabupaten Tanah Datar, banjir juga terjadi di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan. Satu rumah dilaporkan rusak sedang dan tidak lagi dapat dihuni.
"Sejumlah perabotan warga turut mengalami kerusakan akibat derasnya aliran air dari sungai terdekat. Pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup, untuk penanganan lanjutan," kata Era.