Hanya Baju di Badan, Cerita Duka Rina Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran Pasa Gadang

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:54 WIB
Kondisi pascakebakaran yang menghanguskan 19 rumah di kawasan padat penduduk, Kelurahan Pasa Gadang, Kota Padang, Kamis (9/10/2025). (Foto: Agnes Betsaida Nainggolan untuk Sumbar Daily)
Kondisi pascakebakaran yang menghanguskan 19 rumah di kawasan padat penduduk, Kelurahan Pasa Gadang, Kota Padang, Kamis (9/10/2025). (Foto: Agnes Betsaida Nainggolan untuk Sumbar Daily)




Solidaritas yang Menguatkan





Bantuan dari PKK dan DWP Padang dikumpulkan melalui donasi internal para pengurus. Sehari setelah kebakaran terjadi, para anggota menggalang dana dan mengoordinasikan logistik untuk segera disalurkan. Aksi cepat tanggap ini menjadi bukti nyata solidaritas kaum perempuan dalam meringankan beban sesama.





Dian berharap agar langkah mereka dapat menginspirasi organisasi lain untuk melakukan hal serupa. “Kita harus bersama-sama bergotong royong membantu warga yang tertimpa musibah. Kebersamaan seperti ini yang membuat Padang kuat,” ujarnya.





Selain dari PKK dan DWP, bantuan juga datang dari Ikatan Uni Uda Kota Padang, serta beberapa komunitas masyarakat lainnya. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Ketua RW setempat dan disaksikan oleh Kabag Tata Pemerintahan Setdako Padang, Eka Putra Bukhari.





Dari Abu, Tumbuh Harapan Baru





Bagi Rina dan puluhan keluarga lain, setiap bantuan sekecil apa pun sangat berarti. Di tengah reruntuhan dan arang yang masih berbau asap, ia mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa semangatnya.





“Terharu rasonyo, banyak dapek bantuan. Namonyo musibah, awak saba (terharu rasanya, banyak dapat bantuan, namanya musibah saya banyak sabar),” ujarnya sambil menatap puing rumahnya yang kini hanya tinggal kenangan.





Bagi warga Pemancungan, tragedi ini bukan hanya soal kehilangan rumah, melainkan juga ujian ketabahan dan kebersamaan. Di antara duka dan kehilangan, tumbuh rasa solidaritas yang menyatukan mereka. Setiap bantuan yang datang bukan sekadar materi, tapi juga tanda bahwa mereka tidak sendiri.





Masjid Darussalam kini menjadi saksi bisu dari kekuatan itu—tempat warga saling menguatkan, berdoa, dan menumbuhkan harapan baru di atas abu yang pernah membakar hidup mereka. (red)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X