Michael menegaskan, sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan akan digencarkan melalui berbagai media. “Kami berharap pengendara tetap berhati-hati saat melewati jalur Sitinjau Lauik selama pekerjaan berlangsung,” ujarnya.
Nilai Investasi dan Komposisi
Fly Over Sitinjau Lauik I merupakan proyek KPBU dengan investasi sebesar Rp 2,793 triliun. Masa konsesi proyek mencapai 12,5 tahun, terdiri dari 2,5 tahun masa konstruksi (termasuk persiapan) dan 10 tahun masa layanan.
Flyover sepanjang 2,78 kilometer ini akan memiliki empat jembatan utama. HPSL sebagai entitas pelaksana khusus proyek ini dibentuk oleh Hutama Karya dengan komposisi kepemilikan 55 persen, serta PT Hutama Karya Infrastruktur sebesar 45 persen.
Dengan dukungan induk perusahaan, HPSL bertekad menghadirkan standar terbaik di setiap tahap, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga operasional.
Momentum Kemerdekaan
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-80 Republik Indonesia, HPSL menggelar upacara bendera pada 17 Agustus 2025 di lokasi proyek Fly Over Panorama I. Acara diikuti seluruh tim, dilanjutkan dengan berbagai lomba untuk mempererat kebersamaan.
Mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, momentum kemerdekaan ini menjadi simbol komitmen perusahaan dalam berkontribusi membangun negeri.
Michael menutup dengan menegaskan kembali tujuan utama proyek ini. “Flyover Sitinjau Lauik I dibangun untuk mengurangi angka kecelakaan yang sering terjadi di jalur ini. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan membuat perjalanan lebih aman dan memperlancar arus logistik, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Sumbar,” katanya. (red)