Sehari kemudian, Kamis (14/8/2025), Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan fly over. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro; Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi; dan Direktur Utama PT Hutama Karya Infrastruktur, Aji Prasetyanti.
Andre menegaskan optimismenya bahwa proyek ini dapat dirampungkan sesuai target. Ia juga mengajak masyarakat dan Pemprov Sumbar memberi dukungan penuh agar pembangunan berjalan lancar.
“Rampungnya proyek ini akan menjawab anggapan bahwa pembangunan di Sumbar berjalan lambat. Kami ingin membuktikan bahwa Sumbar mampu bergerak cepat, dan semoga fly over ini menjadi hadiah kemerdekaan bagi masyarakat,” ujar Andre.
Evaluasi Teknis dan Desain
Masih pada hari yang sama, tim Satgas Investasi dan KPBU Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR melakukan monitoring dan evaluasi (monev) lapangan. Tim ini dipimpin Herry Trisaputra Zuna, bersama KGS Saiful Anwar; Soebagiono; dan A. Pieter Michael B.
Hasil monev memastikan bahwa pengesahan desain Rencana Teknik Terperinci (RTT) akan tuntas dalam dua bulan ke depan, sebelum batas waktu 14 Oktober 2025.
Michael menambahkan bahwa saat ini pembangunan masih pada tahap awal. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan jalur eksisting, pembebasan lahan, penyelesaian desain, serta pembangunan kantor sementara proyek. Selain itu, uji coba pembuatan pondasi untuk Jembatan 3 dan Jembatan 4 juga sudah dimulai.
“Ini merupakan langkah krusial agar struktur fly over nantinya kokoh dan proses pembangunan berjalan sesuai standar,” kata Michael.
Target Oktober dan Rekayasa Lalu Lintas
Tahap persiapan diperkirakan selesai pada Oktober 2025 sebelum masuk ke fase konstruksi penuh. Karena sebagian pekerjaan dilakukan di jalan umum, HPSL menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk meminimalisasi kemacetan di jalur Sitinjau Lauik selama masa pembangunan.