“Jadi para petani ini sebagian besar sudah memanfaatkan amelioran organik seperti pupuk hijau titonia, kemudian sudah menggunakan kompos, dan pupuk kandang,” papar Herviyanti.
Saat ini, sebut Herviyanti, lahan para petani di Nagari Pakan Sinayan khususnya dan di Kecamatan Banuhampu umumnya telah mulai memanfaatkan amelioran organik seperti pupuk hijau titonia, kompos, dan pupuk kandang.
Lahan tersebut telah mendapatkan registrasi sehingga banyak menghasilkan komoditi sayuran sehat bersertifikat Prima 3 dan 2 yang diberikan oleh Otoritas Keamanan Pangan Daerah (OKPD) Provinsi Sumbar kepada petani melalui teknik budidaya berdasarkan good agricultural practices (GAP).
“Hasil yang diperoleh dengan amelioran organik ini bahkan di atas cara konvensional. Dan keuntungannya produk sayurannya lebih sehat dibanding hanya menggunakan pupuk buatan,” ungkap Herviyanti. (ik)