Pemanfaatan amelioran organik berbasis sumber daya lokal (SDL) sangat efektif untuk substitusi pupuk buatan.
Hal itu dikatakan Dosen Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas (Unand) Prof Herviyanti.
“Dengan kondisi sekarang, pemanfaatan amelioran organik berbasis sumber daya lokal ini sangat tepat sekali untuk substitusi pupuk buatan,” ujar Herviyanti, Sabtu (17/12/2022).
Herviyanti menjelaskan, pemanfaatan amelioran organik berbasis sumber daya lokal sangat tepat karena pemerintah terus mengurangi kuota pupuk subsidi sesuai dengan Permentan Nomor 10 Tahun 2022, pupuk bersubsidi saat ini hanya difokuskan pada dua jenis pupuk, yaitu Urea dan NPK.
Kedua jenis pupuk bersubsidi ini diperuntukan bagi sembilan komoditas pertanian strategis yang berdampak terhadap inflasi yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi dan kakao.
Pengurangan kuota ini berdampak pada kenaikan harga pupuk dan menurunnya kemampuan petani untuk membeli pupuk buatan.
Baca Juga: