opini

Sumatera Barat Dikepung Api: Karhutla Bukan Lagi Sekadar Musiman

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Guru Besar Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bung Hatta (UBH), Prof Ir Haryani, MTP. (Dok. Pribadi)




Masyarakat harus mendapatkan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar. Dan kawasan rawan harus mendapatkan patroli lebih awal.





Sumatera Barat memiliki modal penting untuk itu: data, teknologi penginderaan jauh, jaringan pemerintahan hingga tingkat nagari, perguruan tinggi, masyarakat lokal dan lembaga penanggulangan bencana. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan semuanya dalam satu sistem.





Karhutla tidak harus menjadi siklus tahunan yang selalu kita tunggu dengan mobil pemadam dan kepulan asap.





Kita bisa memutus siklus tersebut dengan membaca data lebih awal, mengenali wilayah rawan, mengubah praktik pengelolaan lahan dan memperkuat masyarakat. Sebab pada akhirnya, api terbaik adalah api yang tidak pernah terjadi.





(*)


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB