Sumatera Barat Dikepung Api: Karhutla Bukan Lagi Sekadar Musiman

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Guru Besar Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bung Hatta (UBH), Prof Ir Haryani, MTP. (Dok. Pribadi)
Guru Besar Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bung Hatta (UBH), Prof Ir Haryani, MTP. (Dok. Pribadi)



Karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya berapa luas lahan yang terbakar, tetapi mengapa pada tahun tertentu kebakaran dapat meningkat tajam?





Ketika Kemarau Bertemu Bahan Bakar





Api membutuhkan bahan bakar. Dalam konteks karhutla, bahan bakarnya dapat berupa rumput, semak, serasah, sisa tanaman, ranting kering dan vegetasi lainnya.





Pada kondisi normal, vegetasi yang masih memiliki kadar air tinggi relatif sulit terbakar dan api lebih mudah dikendalikan.





Namun ketika periode kering berlangsung cukup lama, kelembapan vegetasi menurun. Bahan organik menjadi lebih mudah terbakar dan api dapat menyebar lebih cepat.





Di sinilah faktor iklim memainkan peranan penting. Fenomena seperti El Niño dapat memperpanjang atau memperkuat kondisi kering di Indonesia. Akan tetapi, penting untuk dipahami bahwa El Niño bukan satu-satunya penyebab karhutla.





Iklim lebih tepat dipandang sebagai faktor yang meningkatkan kerentanan. Ketika kondisi kering bertemu dengan sumber api dari aktivitas manusia, potensi kebakaran meningkat secara signifikan.





Manusia Tetap Menjadi Faktor Penting

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X