opini

Sumatera Barat Dikepung Api: Karhutla Bukan Lagi Sekadar Musiman

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:31 WIB
Guru Besar Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bung Hatta (UBH), Prof Ir Haryani, MTP. (Dok. Pribadi)




  1. Integrasikan karhutla ke dalam tata ruang





Wilayah dengan risiko karhutla tinggi harus menjadi pertimbangan dalam pengembangan kawasan. Perencanaan permukiman, perkebunan, pertanian dan infrastruktur perlu mempertimbangkan risiko kebakaran, akses pemadaman serta ketersediaan sumber air.





Jangan hanya menghitung api yang sudah dipadamkan





Ada perubahan cara berpikir yang harus dilakukan. Keberhasilan penanganan karhutla selama ini sering terlihat dari jumlah kebakaran yang berhasil dipadamkan.





Padahal indikator yang lebih penting adalah: Berapa kebakaran yang berhasil dicegah? Berapa luas lahan yang tidak jadi terbakar? Berapa masyarakat yang telah beralih dari pembukaan lahan dengan pembakaran? Berapa hotspot yang berhasil diverifikasi sebelum berkembang menjadi kebakaran besar? Dan berapa waktu yang dibutuhkan sejak hotspot terdeteksi sampai petugas tiba di lokasi?





Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membawa penanganan karhutla dari pendekatan reaktif menuju pendekatan preventif.





Sumbar membutuhkan strategi “sebelum api”





Karhutla bukan semata persoalan kehutanan. Ia merupakan persoalan lingkungan, tata ruang, pertanian, kebencanaan, ekonomi dan perilaku manusia. Karena itu, solusinya juga harus lintas sektor.





Data satelit harus terhubung dengan BPBD. Informasi cuaca harus terhubung dengan pemerintah daerah. Pemerintah nagari harus mendapatkan informasi risiko.

Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB