Karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya berapa luas lahan yang terbakar, tetapi mengapa pada tahun tertentu kebakaran dapat meningkat tajam?
Ketika Kemarau Bertemu Bahan Bakar
Api membutuhkan bahan bakar. Dalam konteks karhutla, bahan bakarnya dapat berupa rumput, semak, serasah, sisa tanaman, ranting kering dan vegetasi lainnya.
Pada kondisi normal, vegetasi yang masih memiliki kadar air tinggi relatif sulit terbakar dan api lebih mudah dikendalikan.
Namun ketika periode kering berlangsung cukup lama, kelembapan vegetasi menurun. Bahan organik menjadi lebih mudah terbakar dan api dapat menyebar lebih cepat.
Di sinilah faktor iklim memainkan peranan penting. Fenomena seperti El Niño dapat memperpanjang atau memperkuat kondisi kering di Indonesia. Akan tetapi, penting untuk dipahami bahwa El Niño bukan satu-satunya penyebab karhutla.
Iklim lebih tepat dipandang sebagai faktor yang meningkatkan kerentanan. Ketika kondisi kering bertemu dengan sumber api dari aktivitas manusia, potensi kebakaran meningkat secara signifikan.
Manusia Tetap Menjadi Faktor Penting