opini

Tidak Semua Luka Masa Kecil Adalah Trauma, Membaca Ulang Pola Asuh Orang Tua

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:39 WIB
Ilustrasi anak dan orang tua. (Dok. Pixabay)



Ada pukulan. Ada marah. Ada luka yang secara kasat mata bisa disebut kekerasan.
Namun ada satu hal yang tidak pernah ditarik dari saya, tanggung jawab dan batas hidup.





Ketika saya salah, orang tua saya tidak bertele-tele. Teguran diberikan, emosi reda, lalu perkara selesai. Tidak ada pengulangan, tidak ada penghinaan berkepanjangan tidak ada pelabelan. Yang ada hanya pesan jelas, kesalahan punya konsekuensi, dan hidup menuntut kedewasaan.





Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, pengasuhan anak tidak berdiri pada satu metode tunggal atau pola baku. Ia bertumpu pada prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya penjagaan akal (ḥifẓ al-‘aql), jiwa (ḥifẓ al-nafs), dan kehormatan (ḥifẓ al-‘irḍ).





Artinya, ukuran keberhasilan pengasuhan bukan pada seberapa “lembut” prosesnya, melainkan pada apakah anak tumbuh dengan akal yang sehat, jiwa yang stabil, serta kemampuan memikul tanggung jawab hidupnya.





Islam tidak pernah membenarkan pengasuhan yang merusak. Kaidah lā ḍarar wa lā ḍirār, tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain menjadi batas tegas. Namun Islam juga tidak menuntut orang tua menjadi figur sempurna yang bebas dari emosi, kelelahan, dan keterbatasan manusiawi.





Di sinilah sering terjadi kekeliruan dalam membaca luka masa lalu. Tidak semua luka harus dibesarkan. Tidak semua ketidaknyamanan masa kecil berujung trauma patologis.





Sebagian justru menjadi proses pembentukan daya tahan mental (resilience), selama tidak merusak martabat dan keselamatan anak.





Saya menyadari, banyak ingatan lama yang muncul ketika saya hamil dan memasuki fase menjadi ibu. Emosi menjadi lebih sensitif. Refleksi menjadi lebih dalam.

Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB