Oleh: Tiara Yulanda, S.H.I.
Praktisi Keluarga dan Hukum Islam
Dalam beberapa tahun terakhir, diskursus parenting kerap dipersempit menjadi daftar larangan dan anjuran. Apa yang boleh dan tidak boleh. Apa yang traumatis dan apa yang dianggap menyembuhkan.
Orang tua, terutama ibu dituntut untuk selalu sadar, selalu lembut, selalu benar. Masalahnya, manusia tidak selalu hidup dalam kondisi ideal.
Sebagian dari kita tumbuh dalam keluarga yang tidak mengenal istilah inner child, tidak membaca buku parenting, dan tidak pernah mengikuti seminar pengasuhan.
Namun anehnya, dari keluarga seperti itulah lahir pribadi-pribadi yang mampu bertahan, berpikir jernih, dan berdiri dengan kaki sendiri.
Saya adalah salah satunya, anak yang tumbuh tanpa seminar parenting, namun dibesarkan dengan batas yang jelas.
Saya dibesarkan oleh dua orang tua dengan pola asuh yang sangat berbeda, namun saling melengkapi. Ayah saya tegas, pendiam dan keras dalam batas-batas tertentu. Ibu saya disiplin, pekerja keras dan tidak segan melibatkan anak dalam tanggung jawab rumah tangga sejak kecil.