Penutup
Pada akhirnya, membaca ulang pola asuh orang tua bukanlah upaya untuk mencari siapa yang salah, melainkan ikhtiar memahami dari mana kita dibentuk. Tidak semua luka masa kecil adalah trauma, sebagaimana tidak semua kenyamanan adalah kasih yang menyelamatkan.
Dalam banyak keluarga, keterbatasan justru melahirkan ketangguhan, dan disiplin yang proporsional menumbuhkan daya tahan hidup.
Islam mengajarkan bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban sesuai kapasitasnya. Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā, Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Maka, orang tua pun tidak dituntut sempurna, melainkan bertanggung jawab, sadar dan terus belajar.
Dengan ilmu, refleksi, dan niat menjaga kemaslahatan, kita belajar berdamai, bukan hanya dengan masa lalu orang tua kita, tetapi juga dengan peran kita hari ini sebagai orang tua yang sedang berproses menunaikan amanah. (*)