opini

Tidak Semua Luka Masa Kecil Adalah Trauma, Membaca Ulang Pola Asuh Orang Tua

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:39 WIB
Ilustrasi anak dan orang tua. (Dok. Pixabay)


Oleh: Tiara Yulanda, S.H.I.
Praktisi Keluarga dan Hukum Islam





Dalam beberapa tahun terakhir, diskursus parenting kerap dipersempit menjadi daftar larangan dan anjuran. Apa yang boleh dan tidak boleh. Apa yang traumatis dan apa yang dianggap menyembuhkan.





Orang tua, terutama ibu dituntut untuk selalu sadar, selalu lembut, selalu benar. Masalahnya, manusia tidak selalu hidup dalam kondisi ideal.





Sebagian dari kita tumbuh dalam keluarga yang tidak mengenal istilah inner child, tidak membaca buku parenting, dan tidak pernah mengikuti seminar pengasuhan.





Namun anehnya, dari keluarga seperti itulah lahir pribadi-pribadi yang mampu bertahan, berpikir jernih, dan berdiri dengan kaki sendiri.





Saya adalah salah satunya, anak yang tumbuh tanpa seminar parenting, namun dibesarkan dengan batas yang jelas.





Saya dibesarkan oleh dua orang tua dengan pola asuh yang sangat berbeda, namun saling melengkapi. Ayah saya tegas, pendiam dan keras dalam batas-batas tertentu. Ibu saya disiplin, pekerja keras dan tidak segan melibatkan anak dalam tanggung jawab rumah tangga sejak kecil.


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB