opini

Normalisasi Sungai Bukan Solusi Utama: Tinjauan Pendidikan Agama Islam atas Hunian Bantaran Sungai

Selasa, 6 Januari 2026 | 19:38 WIB
Penampakan udara pasca terjangan air bah yang memutuskan jembatan gantung di kawasan Gunuang Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). (Foto: Dok. Asosiasi Pilot Drone Indonesia)




Bencana banjir bandang seharusnya menjadi momentum pendidikan kolektif. Pendidikan Agama Islam tidak cukup berhenti pada ibadah ritual, tetapi harus membentuk kesadaran ekologis dan kepatuhan terhadap aturan ruang.





Tinggal di kawasan rawan bencana bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan keputusan yang berdampak pada keselamatan banyak orang.





Menormalisasi sungai tanpa menertibkan bantaran hunian sama dengan mengulang kesalahan yang sama dengan harapan hasil yang berbeda.





Sudah saatnya kita jujur, masalah utama bukan pada sungainya, melainkan pada cara manusia memaksa alam menyesuaikan diri dengan kesalahannya. Islam mengajarkan keseimbangan, bukan pemaksaan. Dan keselamatan jiwa tidak boleh dikompromikan oleh kebiasaan yang keliru. (*)


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB