opini

Otak Sebagai Benteng dari Kabut Demensia

Sabtu, 7 Desember 2024 | 23:05 WIB
Ilustrasi Otak (Foto: iStock)



Selain itu makan makanan sehat, olahraga dan tidur yang cukup dapat memudahkan untuk memperbaiki keadaan otak dan memperlambat penurunan kognitif karena penuaan atau beberapa penyakit seperti demensia.





Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya risiko demensia, walaupun faktor genetik memang berperan.Tetapi kita masih dapat mencegahnya dengan menjaga Kesehatan otak,badan dan mental kita, diantaranya adalah perubahan pola hidup yang lebih sehat.





Makanan yang kita makan sangat berpengaruh pada kesehatan otak. Pigmentasi atau warna dalam makanan yang beragam sangat berisi sumber vitamin seperti buah dan sayur, daging ikan, biji-bijian dan minyak zaitun, yang terbukti menurunkan risiko bunuh diri dan demensia.





Penelitian yang disebutkan dalam JAMA Internal Medicine pada tahun 2015 menunjukkan bahwa pola-pola makan tersebut dapat mengurangi hingga 35-40% kemungkinan terjadinya kehilangan kognisi.





Antioksidan juga dapat memelihara sel-sel otak dari kerusakan akibat oksidasi seiring penuaan, seperti bisa ditemukan dalam blueberry, kacang serta sayuran hijau. Juga olahraga teratur adalah aktivitas fisik yang tidak terbatas hanya dapat bermanfaat secara fisik tetapi juga untuk otak.





Olahraga biasanya menyebabkan peningkatan aliran darah ke otak, pembentukan sel saraf baru, perbaikan dalam mental atau kognisi. Penelitian oleh Archives of Neurology 2012 menunjukkan bahwa mereka yang aktif melakukan olahraga aktivitas fisik jarang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami demensia daripada yang tidak.





Olahraga seperti jalan cepat, berlari, atau bahkan angkat beban dapat mengurangi peradangan serta mampu meningkatkan fungsionalitas otak. Tubuh memerlukan latihan fisik, otak juga perlu latihan mental untuk tetap tajam dan berfungsi dengan baik. Catur, teka-teki silang, belajar keterampilan baru, atau bahasa asing hingga alat musik dapat membantu meningkatkan kemampuan otak dalam memproses informasi.





Menurut American Academy of Neurology, individu yang melibatkan diri dalam kegiatan yang bersangkutan dengan mental atau kognitif berujung pada penurunan yang lebih lambat dibandingkan yang tidak.

Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB