Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan otak. Selama tidur, otak melakukan proses pemulihan dan pembersihan, termasuk menghilangkan racun atau toksin yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel saraf.
Penelitian dari Sleep Journal menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur memiliki penumpukan beta amyloid, protein yang terkait dengan Alzheimer di otak manusia. Dengan memastikan tidur yang cukup, otak dapat melakukan pemrosesan dan pemulihan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Juga stres kronis dapat merusak struktur otak, terutama hippocampus adalah bagian otak yang berfungsi untuk menyimpan dan mengolah memori jangka panjang yang berperan banyak dalam ingatan atau memori dan emosi.
Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres melalui teknik-teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience menunjukkan bahwa pengurangan stres dapat meningkatkan neuroplastisitas dan memperlambat penurunan kognitif.
Dari semua ancaman dalam menghadapi demensia, kita harus menyadari bahwa meskipun ada faktor genetik yang terlibat, gaya hidup sehat dan pencegahan dini dapat sangat mungkin menurunkan risiko, memperlambat serta menghambat perkembangan penyakit ini dan memelihara serta memperbaiki fungsi kognitif kita seiring bertambahnya usia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua usaha yang dilakukan setiap hari seperti mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, menjaga stimulasi mental, tidur yang cukup, dan mengelola stres, memiliki dampak besar dalam menjaga kesehatan otak.
Pola makan seimbang kaya antioksidan dan asam lemak omega-3 dikombinasikan dengan gerak fisik yang dapat memperlancar aliran darah menuju otak dapat mencegah kerusakan sel-sel otak dari penuaan.