Otak manusia sangat mampu beradaptasi hingga usia tua dan prinsip ini dikenal dengan istilah neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membangun dan memperkuat jaringan saraf baru dalam merespon pengalaman dan pembelajaran.
Dengan demikian, meskipun usia dan kondisi fisik dapat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang, tetapi kekuatan yang tidak terlihat dipunyai otak mampu mempertinggi atau memperbaiki fungsi-fungsi kognitif tersebut.
Melalui pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan, kita dapat mempertahankan dan menjaga ketahanan otak kita dari ancaman demensia.
Seiring dengan mengenali faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan bagaimana pola makan yang sehat, aktivitas fisik teratur, latihan mental yang aktif menggunakan kecerdasan berpikir dan daya ingat, maka upaya dan usaha tersebut menjadi jaminan untuk memperkecil kemungkinan adanya demensia, serta tetap dapat menghidupkan kualitas yang lebih baik dalam usia lanjut, sehat dan stimulan mental yang bisa diaplikasikan untuk mengoptimalkan fungsi otak selamanya.
Demensia ternyata bukan lagi tantangan kesehatan ringan bagi dunia pada masa ini. Penyakit sederhana ini berangsur menurun, atau progresif, dalam hal fungsionalitas kognitif yang mencakup pengaruh memori, bahasa, dan penalaran hingga total menyesuaikan hidup seseorang.
Sekalipun hingga saat ini tak dapat dipastikan ada obat untuk menyembuhkan demensia, penelitian menunjukkan bahwa otak memiliki kekuatan luar biasa untuk menghadapi semua ancaman dari perlindungan yang kita ketahui sebagai neuroplastisitas.
Kita dapat menjaga otak agar tetap sehat dan aktif, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya demensia bahkan memperlambat perkembangan bagi mereka yang sudah terdiagnosis.
Damensia bukanlah penyakit tunggal, tetapi istilah umum untuk sebagian gejala dengan penurunan kemampuan kognitif. Salah satunya adalah penyakit alzheimer, yang merupakan bentuk paling umum dari demensia.