Pemeliharaan hubungan atau konektivitas saraf otak yang kuat dapat memperlambat penurunan kognitif juga dengan memberikan stimulasi mental secara berkelanjutan, misalnya membaca maupun belajar hal baru.
Menjaga kualitas tidur yang baik sangat penting dalam proses pemulihan dan pembersihan otak. Tidur yang cukup memungkinkan otak untuk menghilangkan racun atau toksin yang dapat menyebabkan kerusakan, termasuk protein berbahaya yang terkait dengan alzheimer. Pengelolaan stres, melalui teknik seperti meditasi atau relaksasi, juga berperan penting dalam melindungi otak dari kerusakan akibat stres kronis.
Kesimpulannya, meskipun demensia tetap menjadi tantangan medis yang sulit atau kompleks, kita memiliki kendali besar atas faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan otak. Dengan gaya hidup sehat yang berfokus pada pemeliharaan fisik dan mental, kita dapat memperkuat otak kita sebagai benteng melawan kabut demensia dan menjaga kualitas hidup kita lebih lama, bahkan di usia lanjut. (*)
Penulis: Muhammad Rafiq (Mahasiswa Universitas Jambi)