opini

Otak Sebagai Benteng dari Kabut Demensia

Sabtu, 7 Desember 2024 | 23:05 WIB
Ilustrasi Otak (Foto: iStock)




Penyakit tersebut memengaruhi 50-70% dari semua kasus demensia, dan ditandai dengan kemerosotan daya ingat, berbicara, serta disorientasi.





Selain itu, demensia vaskular, yang dihasilkan dari gangguan terhadap peredaran darah ke otak, dan juga demensia lewy body, yang melibatkan akumulasi protein di otak, adalah contoh-contoh lain yang terkenal tentang demensia.





Penyebab pasti demensia belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor yang mempengaruhi pada risiko terjadinya demensia antara lain adalah usia lanjut, riwayat keluarga, riwayat sakit serupa, dan faktor gaya hidup, antara lain pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan stres kronis.





Banyak penelitian menunjukkan bagaimana penyakit ini sering berkembang sangat lamban bertahun-tahun sebelumnya dari keluhan, menjadikannya titik untuk menghentikan dan mengidentifikasi secara awal dalam perawatannya.





Satu kemampuan yang sangat luar biasa di dalam otak manusia adalah neuroplastisitas, yakni pembentukannya dan penguatannya pada koneksi saraf sebagai respons terhadap pengalaman atau rangsangan baru. Ini adalah proses yang dimana otak mampu untuk mengganti atau memperbaiki jalur saraf yang rusak atau hilang dari suatu mekanisme yang sangat penting dalam pemulihan cedera otak, dalam hal ini juga melawan penyakit neurodegeneratif seperti demensia.





Penelitian yang dilakukan para ilmuwan adalah bahwa otak manusia selamanya dapat beradaptasi dengan usia, meskipun memang lambat. Dalam Penelitian yang dilaporkan di jurnal neuron pada tahun 2015, disebutkan tentang orang-orang terlibat dalam aktivitas mental merangsang seperti membaca, bermain musik, atau memecahkan teka-teki yang dimana membuat orang itu mempunyai jaringan saraf yang lebih kuat dan lebih sehat.





Aktivitas ini memacu pertumbuhan sel-sel saraf baru yang pada gilirannya membantu menjaga daya ingat dan fungsi kognitif.Salah satu neurologi adalah neuroplastisitas yang diatur oleh pola hidup sehat.


Halaman:

Tags

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB