- Penguatan Destinasi Berbasis Nilai ABS-SBK yang Inklusif
Edukasi sadar wisata (hospitality training) harus diberikan kepada pelaku usaha kuliner dan pemandu lokal, menekankan bahwa menyambut tamu asing dengan jujur, ramah, dan adil adalah cerminan dari implementasi Syarak (Syariat Islam).
Kesimpulan
Kota Padang sejatinya adalah permata pariwisata yang sarat akan modal alam, kelezatan kuliner, serta keunikan adat berbasis budaya matrilinial dan prinsip adat yang Islami (ABS-SBK).
Namun, keindahan dan keunggulan tersebut terancam stagnan apabila permasalahan klasik perkotaan seperti onggokan sampah, drainase yang buruk, kemacetan, dan pungutan liar oleh preman tidak segera diberantas.
Pariwisata internasional menuntut kenyamanan mutlak; keindahan alam tidak akan bermakna jika Wisman merasa tidak aman dan tidak nyaman saat berkunjung.
Transformasi Padang membutuhkan lompatan berani yang menggabungkan ketegasan hukum, sentuhan teknologi modern, dan kesadaran kolektif masyarakat.
Rekomendasi
Untuk mempercepat transformasi Kota Padang sebagai destinasi wisata internasional yang unggul dan diminati Wisman, direkomendasikan beberapa poin konkret berikut:
- Penerapan Regulasi Zero-Tolerance terhadap Pungli & Premanisme
Pemko Padang direkomendasikan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota khusus yang memberikan sanksi pidana berat bagi pelaku pungli di kawasan wisata untuk menjamin rasa aman wisatawan.