Tugas kita hari ini adalah mengembalikan makna pendidikan sebagai ruang hidup, bukan ruang luka. Kampus, sekolah, dan ruang-ruang belajar seharusnya menjadi tempat di mana setiap orang merasa aman untuk tumbuh, bukan takut untuk hidup. Karena pada akhirnya, pendidikan tanpa empati hanyalah kekerasan yang disamarkan, dan ilmu tanpa kasih hanyalah kesombongan yang dibalut dengan kain akademik. (*)