Ketika Kampus Hanya Tempat Mencari Gelar: Krisis Empati dan Kekerasan Struktural di Dunia Akademik

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:50 WIB
Hendriko Arizal (Foto: Dok Pribadi)
Hendriko Arizal (Foto: Dok Pribadi)



Membangun Ruang Aman di Dunia Akademik





Untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif, perlu langkah konkret berkelanjutan yang harus dilakukan.





Pertama, membangun sistem pelaporan dan perlindungan korban yang aman. Artinya, setiap mahasiswa harus tahu bahwa mereka bisa berbicara tanpa takut stigma atau pembalasan.





Kedua, memberikan pelatihan bagi dosen dan pengurus organisasi mahasiswa untuk mengenali tanda-tanda kekerasan psikologis dan depresi.





Ketiga, memasukkan pendidikan karakter, empati, dan etika sosial ke dalam kurikulum. Karena empati tidak lahir secara instan, ia perlu ditumbuhkan dengan kesadaran dan latihan.





Keempat, menegakkan komitmen anti-bullying sebagai nilai institusional, bukan hanya slogan administratif.





Kelima, melibatkan alumni dan masyarakat luas dalam membangun budaya kampus yang sehat dan suportif.





Keadilan bagi Mereka yang Tak Lagi Bisa Bicara





Kita tidak perlu menunggu tragedi baru untuk bertindak. Setiap perundungan, setiap komentar yang merendahkan, setiap tindakan pengabaian adalah bentuk kecil dari kekerasan yang, jika dibiarkan, akan membusuk menjadi kebiasaan yang sulit diubah.





Dalam kerangka filsafat ilmu, kita dapat menarik tiga pelajaran penting. Secara ontologis, kejahatan tidak hanya berupa pelanggaran hukum, tetapi juga setiap tindakan yang merusak kemanusiaan. Secara epistemologis, pengetahuan sejati lahir dari keberanian mendengar suara korban. Dan secara aksiologis, nilai tertinggi ilmu pengetahuan adalah melindungi kehidupan, bukan sekadar mengejar kebenaran intelektual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Gunung dan Wisata Masa Depan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Jembatan Cinta-nya Rasuna Said

Senin, 3 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Berani Jujur Hebat

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:59 WIB

Nestapa Perundungan di Sekolah

Selasa, 28 Juli 2026 | 10:30 WIB

Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:09 WIB

Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang

Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:14 WIB
X