Selain memeriksa sampel BBM dan mengevaluasi aspek pengendalian mutu, Pertamina Patra Niaga memperkuat kajian mengenai kompatibilitas material.
Kajian ini menjadi bagian dari upaya mendalami kemungkinan faktor yang berkaitan dengan kondisi kendaraan yang mengalami gangguan.
Pertamina juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Agen Pemegang Merek (APM) dan ahli mesin.
Koordinasi tersebut ditujukan untuk memperdalam pemeriksaan terhadap kemungkinan faktor penyebab serta merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.
Pelibatan pihak-pihak terkait menjadi bagian dari proses evaluasi menyeluruh yang dilakukan perusahaan.
"Pertamina berupaya memastikan penanganan persoalan tidak berhenti pada pengujian sampel BBM, tetapi juga mencakup kajian terhadap komponen kendaraan dan faktor teknis lain yang mungkin berhubungan dengan laporan masyarakat," katanya.
Di tengah proses pemeriksaan yang masih berlangsung, Pertamina Patra Niaga membuka saluran pengaduan bagi konsumen yang mengalami kendala kendaraan setelah mengisi BBM.