Pertamina Patra Niaga menyebut masih terdapat sejumlah temuan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pendalaman dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan sekaligus memastikan apakah terdapat keterkaitan antara kondisi kendaraan yang dilaporkan dengan penggunaan Pertalite.
Evaluasi teknis yang dilakukan tidak hanya berfokus pada karakteristik produk BBM. Pertamina juga memeriksa kemungkinan faktor lain, termasuk material komponen kendaraan serta aspek pengadaan dan pengendalian mutu.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh sebelum menentukan penyebab persoalan.
Dengan demikian, penanganan laporan masyarakat diharapkan dapat didasarkan pada hasil pemeriksaan, bukan semata-mata dugaan mengenai sumber gangguan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, pihaknya memahami keresahan konsumen dan akan mengawal proses penanganan melalui pemeriksaan serta evaluasi teknis.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat atas laporan gangguan kendaraan yang diduga berkaitan dengan penggunaan Pertalite. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami konsumen. Setiap laporan yang masuk menjadi perhatian serius bagi kami dan akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan serta evaluasi teknis agar penanganannya dilakukan secara tepat dan berdasarkan hasil pemeriksaan,” katanya, Senin (19/10/2026).
APM dan Ahli Mesin Dilibatkan