berita

Mengapa Flores Masih Diguncang Gempa Susulan Signifikan? Daryono Ungkap Proses di Kerak Bumi

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:02 WIB
Ilustrasi gempa. (Sumber: Pixabay.com/Tumisu)


Sumbardaily.com - Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih diguncang gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Gempa terbaru bermagnitudo 5,1 mengguncang wilayah Manggarai Barat pada Minggu (18/10/2026).





Pakar geofisika Daryono menjelaskan, aktivitas tersebut berkaitan dengan proses penyesuaian tegangan di kerak bumi setelah gempa besar.





Dalam unggahan Instagram yang dikutip pada Senin (19/10/2026), Daryono menjelaskan bahwa gempa susulan dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan lebih lama, setelah gempa utama terjadi.





"Secara seismologis, gempa susulan yg masih terjadi di Flores setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agus 2026 dapat dijelaskan sbg bagian dari proses penyesuaian kembali tegangan kerak bumi (crustal stress readjustment) akibat perubahan tegangan yg ditimbulkan gempa utama," tulis Daryono dalam unggahannya.





Daryono merupakan pakar geofisika dan mitigasi bencana yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat atau Direktur Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia juga aktif memberikan edukasi kebencanaan melalui media sosial dan media massa, terutama mengenai gempa bumi, megathrust, serta potensi tsunami.





Gempa terbaru di Manggarai Barat terjadi pada Minggu (18/10/2026) pukul 15.00.08 WIB. Berdasarkan informasi BMKG yang dicantumkan dalam unggahan tersebut, pusat gempa berada di laut, sekitar 53 kilometer barat laut Ruteng, dengan kedalaman 10 kilometer.





Gempa tektonik itu dipicu aktivitas Sesar Flores Back-arc Thrust dengan mekanisme sesar naik atau thrust fault. Guncangan mencapai intensitas IV MMI dan dirasakan di Macang Pacar, Reok Barat, serta Reok. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.


Halaman:

Tags

Terkini