Mengapa gempa susulan Flores masih terjadi?
Daryono memaparkan sejumlah penjelasan ilmiah untuk menerangkan mengapa Flores masih mengalami gempa susulan signifikan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7.
Pertama, gempa besar menyebabkan perubahan tegangan kerak bumi dalam wilayah yang luas. Gempa melepaskan energi elastik yang telah terakumulasi selama waktu lama. Namun, pelepasan energi itu tidak berarti seluruh tegangan di sekitar sumber gempa langsung menghilang.
Dalam unggahannya, Daryono menjelaskan:
"Gempa besar melepaskan energi elastik yg terakumulasi dlm waktu lama. Namun, pelepasan energi tersebut tidak berarti seluruh tegangan di sekitar sumber gempa langsung hilang."
Perubahan tegangan tersebut justru dapat memicu aktivitas gempa susulan pada bidang sesar utama maupun struktur sesar di sekitarnya. Dengan demikian, gempa susulan menjadi bagian dari proses penyesuaian kondisi kerak bumi setelah gempa besar.
Kedua, proses penyesuaian tegangan membutuhkan waktu. Batuan di sekitar zona patahan masih mengalami penyesuaian mekanis setelah gempa utama. Karena itu, aktivitas gempa susulan tidak harus berhenti dalam hitungan hari.
Daryono menyebut frekuensi gempa susulan umumnya menurun seiring waktu berdasarkan Hukum Omori-Utsu. Namun, pola penurunan tersebut tidak selalu berlangsung secara teratur.
Ketiga, gempa susulan tetap dapat memiliki magnitudo signifikan. Gempa utama bermagnitudo 7,7 masih memungkinkan adanya bagian zona sesar yang mengalami konsentrasi tegangan. Kondisi itu dapat memicu gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar.