berita

Update Karhutla Sumatera, Hotspot Sumsel Turun dari 132 Jadi 9 Titik

Senin, 19 Oktober 2026 | 09:11 WIB
Petugas berusaha memadamkan api karhutla. (Foto: Kemenhut)



Namun, sejumlah kantong wilayah masih mengalami kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, terdapat wilayah yang kualitas udaranya masuk kategori berbahaya secara lokal, terutama di sebagian kawasan Kalimantan dan sejumlah bagian Sumatera.





Kondisi ini menjadi perhatian karena asap dari kebakaran lahan gambut dapat bertahan meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat. Bara dapat terus menyala di bawah permukaan tanah dan kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani secara menyeluruh.





Karena itu, petugas masih melakukan penyisiran, pembasahan, pendinginan, dan mopping up untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan patroli, pemadaman langsung, pemutusan bagian kepala dan sisi api, serta penyekatan untuk mencegah api menjalar ke area lain.





Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara memburuk diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan apabila masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.





Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit kronis.





Kemenhut Perkuat Pemadaman dan Perlindungan Kawasan





Selain operasi di Sumatera Selatan, Kemenhut terus memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memantau langsung operasi di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting sebelum melanjutkan pemantauan ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Sabtu malam.





Di Tanjung Puting, operasi pemadaman melalui water bombing dilaksanakan sebanyak 16 kali pada Sabtu (17/10/2026). Pemerintah juga mempersiapkan tambahan dua helikopter TNI dan satu helikopter Kemenhut untuk memperkuat dukungan pemadaman dari udara.





Upaya tersebut melengkapi penanganan di darat yang meliputi pembukaan akses menuju lokasi kebakaran, pembangunan dan pemanfaatan sumur bor, penyediaan pompa, pembangunan jaringan distribusi air, serta pengerahan personel gabungan.

Halaman:

Tags

Terkini