berita

Hotspot Jambi Melonjak dari 9 Jadi 31 Titik, Sumsel Bertambah Jadi 122

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:02 WIB
Ilustrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)



Situasi tersebut membuat masyarakat diminta terus mengikuti informasi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.





Jika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, penggunaan masker juga dianjurkan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara.





Kelompok tersebut meliputi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit kronis. Pembatasan aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan polutan.





Pemantauan kualitas udara perlu dilakukan seiring dengan pengendalian kebakaran, mengingat dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lahan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.





Masyarakat Diminta Tidak Mengevakuasi Satwa Liar Sendiri





Kementerian Kehutanan juga mengingatkan pentingnya perlindungan satwa liar dalam penanganan dampak karhutla. Kebakaran dapat menyebabkan satwa terluka, terjebak, terdampak api, atau masuk ke kawasan permukiman.





Masyarakat yang menemukan satwa liar dalam kondisi tersebut diminta tidak melakukan penanganan maupun evakuasi secara mandiri. Warga diimbau menjaga jarak dari satwa untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan manusia maupun hewan.





Apabila memungkinkan, masyarakat dapat mencatat lokasi penemuan serta kondisi satwa. Informasi tersebut kemudian perlu segera dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Balai Taman Nasional, atau petugas kehutanan terdekat.





Pelaporan kepada petugas diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur. Dengan demikian, keselamatan masyarakat tetap terjaga dan satwa liar yang terdampak kebakaran dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Halaman:

Tags

Terkini