Dengan tersedianya akses darat, mobilisasi personel, peralatan, dan logistik diharapkan dapat berlangsung lebih cepat. Langkah tersebut menjadi penting untuk mendukung operasi pemadaman di lokasi yang membutuhkan penanganan intensif.
Pemerintah juga memperkuat ketersediaan air melalui pembangunan sumur bor di jalur menuju lokasi prioritas. Dengan demikian, sumber air dapat ditempatkan lebih dekat dengan titik operasi pemadaman.
Upaya tersebut terutama dibutuhkan untuk menangani kebakaran di lahan gambut. Pada jenis lahan ini, pemadaman tidak cukup dilakukan dengan menghilangkan api yang terlihat di permukaan. Pembasahan harus dilakukan secara intensif sampai bara di bawah permukaan benar-benar terkendali.
Menteri Kehutanan juga menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan relawan. Seluruh unsur tersebut diharapkan bergerak secara terkoordinasi untuk menangani titik-titik kebakaran yang masih membutuhkan penanganan.
Dukungan dari udara juga disesuaikan dengan kondisi lapangan. Untuk Kalimantan Tengah, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca pada 15-16 Oktober 2026.
Penerbangan operasi tersebut dilakukan dari Banjarmasin. Hal ini karena kondisi jarak pandang di Palangka Raya dan Pangkalan Bun belum memungkinkan operasi dilaksanakan dari kedua lokasi tersebut.
Pemadaman Darat dan Udara Terus Dilakukan
Kementerian Kehutanan bersama berbagai instansi dan unsur masyarakat terus menjalankan operasi pengendalian karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Manggala Agni Kementerian Kehutanan bekerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, masyarakat, relawan, dunia usaha, serta pihak terkait lainnya.