Sumbardaily.com - Penanganan keluhan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikaitkan dengan gangguan kendaraan di Kota Padang masih menyisakan pekerjaan.
Dari 1.799 pengaduan konsumen yang dilaporkan Pertamina Patra Niaga, sebanyak 816 laporan masih menjalani proses verifikasi dan validasi dokumen.
Di sisi lain, hasil pengujian sampel endapan dari tangki kendaraan konsumen di laboratorium Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Jakarta juga masih ditunggu.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Komisi II DPRD Kota Padang yang dipimpin Rachmad Wijaya.
Dalam rapat kerja bersama Pertamina Patra Niaga dan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang pada Rabu (14/10/2026), DPRD membahas perkembangan pemeriksaan sampel BBM, penanganan pengaduan konsumen, serta antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Dalam rapat tersebut, Pertamina melaporkan telah menerima 1.799 pengaduan konsumen melalui sejumlah saluran, yakni SPBU, Pertamina Contact Center 135, serta pendataan langsung di bengkel.
Dari total pengaduan tersebut, sebanyak 983 konsumen dilaporkan telah menerima bentuk kepedulian dari Pertamina. Sementara itu, 816 laporan lainnya masih dalam proses verifikasi dan validasi dokumen.