Kategori hujan bawah normal menunjukkan curah hujan kurang dari 85 persen dibandingkan rata-rata selama 30 tahun. Kategori normal berada pada kisaran 85 hingga 115 persen dari rata-rata tersebut.
Adapun kategori atas normal mencakup curah hujan sebesar 115 hingga 150 persen dari rata-rata 30 tahun. Sementara itu, hujan jauh di atas normal berarti curah hujan diperkirakan melebihi 150 persen dari rata-rata historis.
Perbandingan tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi hujan pada suatu wilayah terhadap rata-rata jangka panjangnya. Dengan demikian, kategori bawah normal tidak berarti suatu daerah dipastikan tidak mengalami hujan sama sekali, tetapi menunjukkan bahwa jumlah hujannya diperkirakan lebih rendah dibandingkan rata-rata historis.
10 Daerah di Sumbar Masuk Kategori Hujan Bawah Normal
Di Sumbar, daerah yang diprediksi mengalami hujan bawah normal tersebar di sejumlah wilayah. Daftar tersebut mencakup daerah perkotaan maupun kabupaten.
Wilayah yang masuk kategori ini adalah Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Dharmasraya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran penting dalam prediksi cuaca Sumbar pertengahan Oktober 2026. Dibandingkan wilayah yang masuk kategori normal, daerah-daerah tersebut diperkirakan memiliki curah hujan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata selama 30 tahun.
Meski demikian, kategori ini tidak dapat langsung dimaknai sebagai kepastian bahwa hujan tidak akan turun. Prediksi kategori hujan menggambarkan perbandingan jumlah hujan dalam suatu periode, bukan memastikan kondisi cuaca pada setiap hari.
Delapan Daerah Sumbar Diprediksi Mengalami Hujan Normal
Berbeda dengan wilayah yang masuk kategori bawah normal, delapan daerah di Sumbar diprediksi mengalami hujan dalam kategori normal pada Dasarian II Oktober 2026.