berita

Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas

Rabu, 30 September 2026 | 15:06 WIB
Jemaah haji menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (9/5/2026). (Foto: Kemenhaj Sumbar)


Sumbardaily.com - Masa tunggu keberangkatan jemaah haji Indonesia kini disebut rata-rata 14 tahun. Angka tersebut menjadi hasil terbaru setelah Kementerian Haji dan Umrah melakukan validasi terhadap jutaan data jemaah, sekaligus menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencari formula agar antrean haji semakin pendek.





Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026). Dalam pertemuan itu, persoalan panjangnya antrean keberangkatan jemaah haji menjadi salah satu perhatian khusus Kepala Negara.





Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo memberikan dukungan penuh terhadap berbagai langkah kementerian dalam memangkas waktu tunggu jemaah. Presiden, kata dia, juga terus meminta kementerian mencari formula yang memungkinkan antrean keberangkatan haji semakin singkat.





“Presiden menyampaikan bahwasannya langkah Kementerian Haji untuk memperpendek antrean, itu beliau dukung penuh dan terus mencari formula. Dan kawan-kawan sekalian perlu diketahui, sejak Kementerian Haji ada, antrean yang paling lama itu 49 tahun. Kemudian Presiden memerintahkan supaya cari formula bisa lebih pendek,” ujar Dahnil dalam keterangannya dikutip Kemenhaj Rabu (30/9/2026).





Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti pemerintah melalui perubahan formula dalam penghitungan antrean jemaah haji. Perubahan itu membuat rata-rata masa tunggu secara nasional sebelumnya berada di angka 26 tahun.





Namun, angka tersebut belum dianggap cukup. Presiden Prabowo masih menilai masa tunggu 26 tahun terlalu panjang sehingga pembenahan sistem penghitungan dan data jemaah terus dilakukan.





“Alhamdulillah kemudian tahun lalu kami ubah formulasinya, dan kita temukan rata-rata antrean di seluruh Indonesia 26 tahun. Tapi tahun lalu Presiden juga menyatakan itu masih lama,” ungkap Dahnil.


Halaman:

Tags

Terkini