Pilihan sumber mata pencaharian dibahas berdasarkan rentang waktu pengembangannya. Sagu menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan untuk kebutuhan jangka panjang.
"Tadi juga sudah dibicarakan bagaimana sagu sebagai alternatif untuk jangka panjang, karena sagu ini butuh waktu kurang lebih 8 tahun. Kemudian ada kopi sebagai solusi jangka menengah. Dan beberapa tanaman hortikultur yang menjadi tanaman yang dianggap efektif untuk jangka sangat pendek," lanjut Kepala BRIN.
Dengan pembentukan BPGMN, upaya pengelolaan gambut dan mangrove serta pencegahan karhutla akan diarahkan dalam satu kelembagaan yang berada langsung di bawah Presiden. Pendekatan yang dibahas mencakup pencegahan berbasis desa, penguatan deteksi dini dengan teknologi AI, dukungan teknologi pemadaman, hingga penyediaan alternatif mata pencaharian bagi masyarakat sekitar kawasan hidrologi gambut. (*)