berita

Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang

Jumat, 25 September 2026 | 13:43 WIB
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin (tengah) didampingi Kepala Kantor SAR Padang yang juga SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik beserta jajaran Tim SAR Gabungan (Dok. Basarnas)


Sumbardaily.com - Operasi SAR khusus untuk mencari korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) memang telah dinyatakan selesai.





Namun, Basarnas memastikan pintu pencarian belum sepenuhnya tertutup. Jika setelah operasi dihentikan ada warga yang melaporkan anggota keluarganya hilang, operasi SAR akan kembali dibuka.





Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin mengatakan, keputusan tersebut berkaitan dengan mekanisme pelaksanaan operasi SAR yang didasarkan pada laporan.





Dengan ditemukannya dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, saat ini tidak ada lagi target yang harus dicari dalam operasi khusus bencana tersebut.





Korban terakhir, Agusra (69), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Penemuan itu melengkapi hasil pencarian terhadap dua orang yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak banjir bandang terjadi.





"Dari hasil operasi SAR semenjak hari pertama adanya bencana banjir bandang ini, ada dua orang yang hilang. Alhamdulillah, pada hari pertama operasi pencarian telah ditemukan satu orang meninggal bernama Daffi Arrahman (21) dan baru saja pada Jumat (25/9/2026) ini pukul 11.00 WIB, korban kedua bernama Agusra (69) sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," katanya.





"Sehingga, kegiatan operasi SAR dengan sudah tidak adanya target ataupun korban yang harus kami lakukan pencarian ataupun penyelamatan, maka operasi SAR secara khusus sudah selesai," sambung Noer.


Halaman:

Tags

Terkini