Meski operasi SAR khusus dihentikan, kondisi tersebut bukan berarti Basarnas meninggalkan lokasi bencana. Basarnas bersama potensi SAR dan Tim SAR Gabungan tetap berada dalam posisi siaga untuk memberikan respons apabila sewaktu-waktu muncul kebutuhan mendesak.
"Namun, karena ini dalam situasi bencana, Basarnas beserta potensi SAR dan Tim SAR Gabungan senantiasa standby mengantisipasi seandainya ada kebutuhan yang bersifat urgent atau mendesak terhadap hal-hal yang lain, sekiranya Basarnas bisa membantu untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang utama," ujarnya.
Kemungkinan dibukanya kembali operasi SAR menjadi perhatian setelah operasi khusus resmi berakhir. Basarnas menyebut pencarian dapat dilakukan lagi apabila terdapat laporan baru mengenai warga yang belum ditemukan.
Artinya, penghentian operasi saat ini didasarkan pada kondisi bahwa tidak ada lagi target pencarian yang dilaporkan.
Apabila kemudian keluarga atau masyarakat menyampaikan laporan mengenai orang yang hilang, Basarnas akan mengikuti dinamika tersebut dan mengambil langkah sesuai kebutuhan.
"Jika seandainya nanti ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya, Basarnas mengikuti dinamika dan perkembangan yang ada, pada intinya Basarnas akan membuka kembali operasi SAR, karena operasi SAR itu kan berdasarkan laporan," kata Noer.
Menurutnya, hingga saat ini Basarnas masih memetakan kondisi dua korban meninggal dunia yang sebelumnya menjadi target pencarian. Keduanya telah ditemukan dan dievakuasi.
"Terkait potensi adanya korban lain mengingat lokasi kejadian berada di jalan nasional, Basarnas hingga saat sekarang masih memetakan dua orang yang menjadi korban meninggal dunia dan itu sudah dievakuasi. Untuk korban luka-luka dan lain-lain sebagainya itu kan sudah ditempatkan di pelayanan medis, sehingga tidak ada lagi operasi yang diperlukan dalam kejadian bencana ini," katanya.