Dengan kondisi tersebut, Basarnas tidak melakukan operasi pencarian tambahan selama tidak ada laporan mengenai korban lain. Namun, status siaga tetap dipertahankan mengingat wilayah tersebut masih berada dalam situasi bencana.
"Sepanjang kami tak menerima laporan atau apapun korban jiwa manusia, kami tidak melaksanakan operasi dan kami berharap benar-benar sudah tak ada lagi korban jiwa di banjir bandang solok ini," tegas Noer.
Sebelumnya, operasi SAR dilakukan setelah banjir bandang menerjang wilayah Arosuka, Kabupaten Solok. Dari hasil operasi sejak hari pertama, dua orang diketahui hilang.
Satu korban bernama Daffi Arrahman (21) ditemukan meninggal dunia pada hari pertama pencarian. Sementara Agusra yang menjadi korban kedua ditemukan pada Jumat pagi menjelang siang dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan ditemukannya kedua korban tersebut, tidak ada lagi target pencarian dalam operasi SAR khusus. Korban luka-luka juga telah mendapatkan penanganan melalui pelayanan medis.
Meski demikian, Basarnas menegaskan bahwa penghentian operasi bukan berarti respons terhadap laporan masyarakat ikut dihentikan. Setiap laporan baru mengenai kemungkinan adanya warga yang hilang akan menjadi dasar bagi Basarnas untuk kembali melakukan operasi pencarian.
Dengan pola tersebut, operasi SAR khusus banjir bandang Solok dinyatakan selesai, tetapi kesiapsiagaan tetap berjalan. Basarnas masih menempatkan personelnya dalam posisi siaga untuk merespons kebutuhan masyarakat apabila situasi kembali memerlukan pencarian atau pertolongan. (*)