berita

Satu Pesawat Terbakar di Bandara Internasional Minangkabau Gegara Drone Rakitan

Rabu, 23 September 2026 | 17:09 WIB
Pesawat Minangkabau Air disimulasikan terbakar akibat serangan drone rakitan saat proses penurunan penumpang dalam latihan AEE dan ACE Skala Penuh 2026 di Bandara Internasional Minangkabau, Rabu (23/9/2026) siang. (Dok. BIM)




General Manager BIM, Dony Subardono mengatakan, kesiapan seluruh unsur menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi darurat.





Menurutnya, setiap stakeholder harus memahami peran dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi keadaan yang membutuhkan penanganan cepat.





“Melalui skenario latihan yang melibatkan berbagai aspek keadaan darurat, kami ingin memastikan seluruh stakeholder memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Yang diuji bukan hanya kecepatan respons, tetapi juga bagaimana komunikasi, koordinasi, evakuasi, pertolongan terhadap korban, pemadaman kebakaran, pengamanan area dan penanganan keadaan darurat lainnya dapat berjalan secara terpadu,” ujar Dony.





Selain menguji kemampuan personel dalam merespons keadaan darurat, rangkaian kegiatan tersebut juga digunakan untuk menguji efektivitas Airport Emergency Plan (AEP).





Kesiapan sumber daya manusia, fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam penanggulangan keadaan darurat di bandar udara turut diperiksa melalui kegiatan tersebut.





Pelaksanaan kegiatan juga menjadi kesempatan bagi seluruh stakeholder untuk mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin muncul ketika kondisi darurat terjadi.





Dari proses tersebut, prosedur dan pola koordinasi yang diterapkan dapat dievaluasi untuk mengetahui bagian-bagian yang masih membutuhkan penguatan.


Halaman:

Tags

Terkini