Pada saat yang sama, penerapan sistem yang terhubung dengan tanah memberikan dimensi lain dalam pengelolaan lingkungan. Air hujan dapat memperoleh ruang untuk meresap ke tanah, sementara bahan organik hasil penguraian dapat berkontribusi terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi.
Makna Inovasi bagi Padang Rancak Award
Keberadaan Solar Biodigester di RT 03 RW 23 Perumahan Abu Hanif Devila juga memberikan gambaran bahwa lingkungan yang dinilai dalam Padang Rancak Award bukan hanya berkaitan dengan tampilan fisik kawasan.
Lingkungan yang “rancak” tidak cukup hanya dilihat dari jalan yang bersih, saluran air yang rapi, atau tanaman yang tertata. Aspek yang lebih substantif juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat mengurangi tekanan terhadap lingkungan melalui perubahan perilaku dan inovasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Dari lingkungan RT 03 RW 23 Abu Hanif Devila, warga mencoba menerapkan prinsip tersebut melalui satu perangkat dengan beberapa fungsi. Solar Biodigester dapat digunakan untuk menahan sampah organik agar tidak menjadi beban lingkungan, membantu menyediakan ruang resapan air, mendukung kehidupan organisme pengurai, serta mengembalikan material organik ke lingkungan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa ruang berskala kecil di lingkungan permukiman tetap dapat memiliki fungsi dalam pengelolaan lingkungan. Pekarangan rumah maupun ruang terbuka di tingkat RT dapat diarahkan menjadi bagian dari sistem ekologis apabila masyarakat memiliki kebiasaan dan pengelolaan yang tepat.
Jika pendekatan serupa diterapkan pada lebih banyak rumah dan lingkungan, Solar Biodigester berpotensi membentuk jaringan kecil pengelolaan sampah dan resapan air yang berbasis pada masyarakat.
Namun, kunci penerapannya tetap berada pada keterlibatan warga. Perangkat yang tersedia perlu diikuti pemilahan sampah, penggunaan secara teratur, pemeliharaan, serta pemanfaatan hasil proses penguraian.