Pada akhirnya, inovasi yang ditemukan Tim Juri PRA 2026 tersebut membawa gagasan sederhana tentang cara melihat sampah dan air di lingkungan permukiman. Tidak semua sampah harus selalu dibawa keluar dari lingkungan, sementara air hujan juga tidak harus seluruhnya segera dialirkan.
Sebagian sampah organik dapat dikembalikan ke siklus alam melalui proses penguraian. Di sisi lain, sebagian air hujan dapat diberikan ruang untuk kembali meresap ke tanah.
Solar Biodigester di RT 03 RW 23 Abu Hanif Devila menjadi contoh pendekatan tersebut. Satu inovasi digunakan untuk menghubungkan pengelolaan persoalan sampah organik, daya resap tanah, proses penguraian, hingga pemanfaatan maggot dalam satu sistem berbasis lingkungan permukiman. (*)