Kapal tersebut membawa lima jurnalis yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian.
Mereka adalah Muhammad Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistira Pranoto dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian serius dari IJTI. Organisasi profesi tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian.
IJTI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, nelayan setempat, serta seluruh pihak yang terus melakukan penyisiran di laut.
Upaya pencarian tersebut diharapkan segera membuahkan hasil dengan ditemukannya lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak.
"IJTI memberikan dukungan moral kepada keluarga para jurnalis dan awak kapal. Keluarga lima jurnalis dan awak kapal diharapkan diberikan ketabahan serta kekuatan mental dalam menghadapi situasi tersebut," katanya.
"Kami juga mengajak keluarga untuk tetap bersabar dan terus memanjatkan doa agar proses pencarian diberikan kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Esa," sambung Herik.
Peristiwa hilang kontak di perairan Anak Gunung Krakatau kembali mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas mutlak dalam kegiatan jurnalistik, terutama ketika awak media ditugaskan ke kawasan bencana atau medan ekstrem.