IJTI: Tragedi Lima Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau jadi Alarm Keras bagi Perusahaan Media

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 10 September 2026 | 21:31 WIB
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan. (Dok. Istimewa)
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan. (Dok. Istimewa)




"IJTI menilai institusi media maupun jurnalis memiliki tanggung jawab untuk memastikan aspek keselamatan benar-benar diperhitungkan sebelum penugasan dilakukan," katanya.





Aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau menjadi salah satu contoh bahwa kondisi alam memiliki dinamika yang tidak selalu dapat dikendalikan manusia.





Karena itu, risiko di lapangan tidak boleh dianggap sebagai bagian yang wajar atau konsekuensi yang harus diterima begitu saja oleh seorang jurnalis.





"Bagi perusahaan media, tragedi ini semestinya menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana sebuah penugasan berisiko diputuskan, dipersiapkan dan diawasi," ujar Herik.





Prosedur penugasan harus jelas. Mitigasi risiko harus dilakukan. Jurnalis yang diterjunkan ke lokasi berbahaya juga perlu mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan atau safety awareness yang memadai.





"Dengan demikian, keberhasilan sebuah peliputan tidak hanya diukur dari seberapa cepat berita diperoleh atau seberapa eksklusif informasi yang disajikan kepada publik," katanya.





Ada tanggung jawab yang jauh lebih mendasar, yakni memastikan jurnalis dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X