berita

Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Aliri 400 Hektare Sawah di Tanah Datar

Selasa, 8 September 2026 | 22:02 WIB



Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi menjelaskan sistem pompanisasi yang dibangun tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 400 hektare lahan persawahan masyarakat Tanjung Barulak.





Jangkauan manfaatnya juga tidak menutup kemungkinan diperluas. Menurut Abdul Rahman Hadi, apabila pengembangan sistem dilakukan lebih lanjut, layanan air tersebut berpotensi menjangkau nagari-nagari yang berbatasan langsung dengan Tanjung Barulak.





Kondisi sosial masyarakat juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melihat dampak program tersebut. Nagari Tanjung Barulak tercatat dihuni sekitar 1.700 kepala keluarga atau kurang lebih 5.000 jiwa.





Sebagian besar masyarakatnya menjalankan aktivitas pertanian yang selama ini masih mengandalkan air hujan. Kondisi kekurangan air tidak hanya berpengaruh terhadap pola tanam, tetapi juga menjadi kendala dalam pelaksanaan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pertanian.





Salah satunya adalah program bajak sawah gratis. Lahan yang kekurangan air cenderung lebih sulit untuk diolah sehingga ketersediaan air menjadi faktor yang turut menentukan kemudahan dalam pengolahan lahan pertanian.





Dengan adanya pompanisasi tenaga surya, masyarakat kini memiliki sumber air yang lebih terjamin untuk mendukung aktivitas pertanian. Harapannya, fasilitas tersebut dapat mendorong perubahan dari pola tanam yang sebelumnya sangat bergantung pada hujan menuju aktivitas pertanian yang lebih produktif.





Gubernur Soroti Ketahanan Pangan





Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menilai keberadaan air untuk persawahan memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar memenuhi kebutuhan irigasi. Menurutnya, ketersediaan air merupakan salah satu unsur penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





Karena itu, Mahyeldi mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan sistem pompanisasi tersebut. Program itu lahir dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, masyarakat, perguruan tinggi, badan usaha, serta unsur terkait lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini