PLN Dorong Energi Surya untuk Pertanian
Sistem pompanisasi di Tanjung Barulak juga menjadi contoh pemanfaatan energi bersih untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian. Air dari Batang Manganan tidak dialirkan dengan sistem pompa yang bergantung pada sumber energi konvensional, tetapi menggunakan energi surya.
General Manager PT PLN (Persero) UID Sumbar Ririn Rachma Wardini mengatakan pembangunan sistem tersebut merupakan hasil kolaborasi PLN, Universitas Andalas, dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Ririn, Fakultas Teknik Universitas Andalas sebelumnya telah mengembangkan prototipe pompanisasi yang memanfaatkan tenaga surya. Prototipe tersebut kemudian dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Dukungan TJSL PLN menjadi bagian dalam proses pengembangan pompanisasi tersebut hingga dapat diterapkan untuk kebutuhan pertanian di Tanjung Barulak.
Pemanfaatan energi bersih dalam sistem pengairan persawahan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di daerah lainnya. Ririn berharap inovasi tersebut tidak berhenti di Tanjung Barulak, tetapi dapat direplikasi di wilayah lain di Sumatera Barat.
Menurutnya, penggunaan energi surya untuk mendukung sektor pertanian tidak hanya membantu menyediakan air bagi lahan persawahan. Lebih jauh, inovasi tersebut dapat membuka peluang peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan pada tingkat nagari.
"Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar," ungkapnya.